Indigo secara maknawi pengertiannya ditujukan pada suatu warna. Kemudian dalam perjalanannya, dilabelkan kepada orang-orang dengan kemampuan tertentu seperti melihat alam astral berikut dengan penghuninya, meramal masa depan, dan melihat sesuatu di masa sebelumnya.
Sebagian orang menyebut indigo dalam pengertian ke dua adalah anugerah, sementara lainnya beranggapan itu menakutkan, aneh, dan mempunyai potensi membahayakan bagi orang lain.
Berbicara indigo tak lepas kaitannya dengan dunia kebatinan yang dipahami banyak orang, yaitu perkara supranatural. Dalam tradisi Hindu, tubuh manusia ditandai dengan beberapa cakra utama, yaitu dari cakra yang terletak di antara dubur dan kemaluan, hingga cakra yang berada di puncak kepala. Secara umum cakra-cakra itu tempat keluar masuknya energi yang mempengaruhi sehat tidaknya organ yang berada di dekatnya, juga berkaitan dengan kemampuan psikis tertentu. Dan yang berkaitan soal melihat alam astral berada di Cakra Ajna, yang terletak di antara dua alis. Konon di situ terdapat semacam lapisan atau membran yang bagi kebanyakan manusia biasa tertutup, tapi terbuka bagi mereka yang indigo. Sehingga dengan terbukanya lapisan itu, mereka punya akses penglihatan ke alam astral.
Ada keyakinan bahwa beberapa paranormal mampu membuka membran itu untuk membuat siapa saja yang mau untuk melihat alam astral. Akan tetapi bagi para praktisi ruqyah syar'iyyah, fenomena itu tak lepas dari campur tangan para jin yang berkolaborasi dengan paranormal lewat air mantra yang diminum, atau jampi-jampi tertentu. Jin-jin itulah yang memberi tahu manusia yang disusupinya. Tentang hal-hal yang ingin diketahui.
Bagaimana tentang meramal masa depan, dan ternyata bisa tepat? Atau mengetahui isi hati seseorang?
Saya teringat kasus di mana Ibnu Abbas menakwilkan suatu surah yang berkaitan dengan ajal Nabi Muhammad, dan ternyata dibenarkan oleh Rosululloh. Dan beberapa cerita seru tentang para aulia yang diberitahu tentang kapan mereka akan wafat. Kemudian ada keyakinan bahwa Alloh memberi sebagian tanda-tanda yang diberitahukan-Nya kepada orang-orang tertentu tentang apa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Wallohu'alam.
Tentang meramal, Nabi Yusuf as diberi kemampuan menerjemahkan mimpi, Nabi Khidir pun memprediksi kejadian masa depan ketika diperintah Alloh untuk mengajarkan sesuatu kepada Nabi Musa as. Jadi bisa saja orang-orang tertentu diberi gambaran tentang masa depan, walau berupa potongan-potongan gambar tertentu.
Adapun tentang mengetahui isi hati manusia, sepertinya ada kesalahpahaman, karena bukan isi hati yang diketahui melainkan apa yang bergaung dalam pikiran manusia. Para jin itu memahami dari aura yang terpancar lewat isi pikiran manusia, yang kemudian diterjemahkannya. Kemudian tentang mengetahui masa lalu berkaitan dengan apa yang disebut dengan pskiometri. Dengan meraba suatu benda, atau fokus pada satu hal, maka gambaran sejarah benda dan sesuatu itu terpancar seperti slide tayangan film. Sebenarnya hal itu berkaitan dengan keyakinan bahwa setiap benda, entah itu manusia atau yang lain memiliki energi, dan residu energi itu tertinggal di mana pun mereka beraktivitas. Residu energi itu seperti suatu rekaman audio video, yang bisa diputar oleh mereka yang memiliki kemampuan pskiometri.
Oke, hanya bahasan singkat itu yang bisa saya paparkan. Jadi soal indigo dan bagaimana kita menyikapinya, terserah sahabat semua untuk meyakininya.
Salam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar